Jumat, 16 Oktober 2015

Batik Tidak Hanya Sekedar Busana



"Jogjakarta". Banyak sekali event-event yang digelar di Jogjakarta. Event-event tersebut  digelar di berbagai tempat, tidak hanya di satu tempat saja. Selain itu, ada juga berbagai macam kegiatan yang terjadwal rutin. Tempat-tempat yang sering dijadikan sebagai tempat pergelaran yaitu ada Kraton, Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Pasar Ngasem, Tembi Rumah Budaya, dan lain sebagainya. 

Di bulan oktober ini, salah satu tempat yang menggelar pergelaran seni yaitu Taman Budaya Yogyakarta atau dikenal dengan nama singkatan TBY. Event yang digelar berupa pameran seni rupa. Banyak karya seni yang dipamerkan disini. Karya seninya pun sangat menakjubkan dan sangat kreatif. Di luar gedung sekitar, kita sudah disajikan berbagai karya-karya unik dan tentunya menarik. Di dalam gedung yang saya lihat, mungkin pameran yang disajikan bertemakan batik. Batik yang dipamerkan bukan berupa kain batik. Tetapi batik yang disajikan disini dibuat beraneka ragam kreasi unik. ada kreasi corak batik yang dibuat dari kayu, mainan yang dihiasi batik, dan lain sebagainya. Inti dari pemikiran ini, Batik ternyata tidak hanya sebagai busana saja, melainkan dapat dibuat kreasi-kreasi yang unik, yang bahan pembuatannya tidak hanya dari kain saja. Ada juga lukisan-lukisan menarik dan bagus yang dipamerkan disana. Sedikit gambaran, saya cantumkan sebagian kecil foto yang saya ambil terkait dengan karya-karya yang ada di sana. Untuk lebih jelasnya, silahkan saja kunjungi Taman Budaya Yogyakarta, tepatnya di Jalan Sri Wedani No. 1, Yogyakarta, utara Taman Pintar, sebelah kiri Pasar buku. 







Sekedar Info, untuk besok sabtu dan minggu tanggal 17-18 oktober 2015 diadakan event Kuliner yang bertempat di Pasar Ngasem.

Kamis, 01 Oktober 2015

"Kunjungan Museum Bersama Dinas Kebudayaan DIY”



Waktu itu saya mengikuti kegiatan kunjungan ke beberapa Museum bersama teman-teman dari OMIP-Liberty (salah satu Organisasi Ilmu Perpustakaan di UIN). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Kunjungan ini gratis tidak dipungut biaya apapun. Biaya kunjungan sudah ditanggung oleh Dinas Kebudayaan itu sendiri. Malah, Dinas Kebudayaan menyediakan dua bus khusus untuk kunjungan ke Museum yang masing-masing bus berkapasitas 25 orang. Dari informasi yang saya dapatkan, untuk mendatangkan dua bus tersebut menelan anggaran sebesar Rp 600 juta, diambilkan dari APBD perubahan DIY 2012. Jadi sebelumnya sekolah maupun kampus harus mendaftar terlebih dahulu ke Dinas Kebudayaan untuk dapat menikmati kunjungan ini secara cuma-cuma. Tidak hanya itu, kita juga mendapat makan dan snack gratis. Ditambah lagi kita mendapatkan souvenir berupa Pin bertuliskan Wajib Kunjungan Museum. Lumayan untuk kenang-kenangan. J

Museum yang kita kunjungi pada waktu itu ada 3 tempat, Museum Ullen Sentalu, Museum Gunung Api Merapi, dan yang terakhir Monumen Jogja Kembali. Ini baru pertama kalinya saya pergi ke Museum Ullen Sentalu dan Museum Api Merapi.

1.     Ullen Sentalu

Museum ini terletak di daerah Pakem, Kaliurang, Kabupaten Sleman. Di museum ini udara sangat sejuk dan nyaman. Museum ini menampilkan budaya dan kehidupan para bangsawan Dinasti Mataram Kasultanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman. Disana terdapat juga berbagai macam koleksi batik, gaya Yogyakarta maupun Surakarta.

Di museum ini kita akan dipandu oleh mbak-mbak petugas yang ada disana. Kita akan dijelaskan secara detail mengenai isi museum oleh mbak pemandu. Di museum ini tidak terdapat data atau informasi terkait dengan isi museum itu sendiri. Jadi kita hanya bisa mendapatkan informasi dari petugas pemandu yang ada disana. Di museum ini kita dilarang keras memfoto atau merekam isi dari museum itu sendiri. Tetapi, disana kita telah disediakan tempat khusus untuk berfoto-foto.

2.     Museum Gunung Api Merapi

Museum ini terletak di jalan Boyong, Dusun Banteng, Desa Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Museum ini memiliki lahan parkir yang cukup luas. Di museum ini banyak yang kita dapat tentang Gunung Api. Misalnya proses terjadinya meletus, kejadian gunung meletus dari tahun ke tahun, macam-macam bentuk letusan, dan lain sebagainya. Ada juga koleksi batu-batu hasil letusan gunung merapi. Di bagian pintu masuk, kita telah disuguhkan oleh replika gunung Merapi yang dapat mempraktekkan keluarnya lahar melewati daerah mana saja dari tahun ke tahun pada saat meletus. Di museum ini kita juaga disuguhkan menonton film tentang gunung Api. Disni kita diperbolehkan sepuasnya berfoto-foto.

3.     Monumen Jogja Kembali
Monumen ini berisikan sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Museum ini dikelola oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Monumen ini berisikan berbagai replika cerita tentang perjuangan bangsa Indonesia pada saat itu. Ada juga berbagai macam senjata yang pernah digunakan bangsa Indonesia pada saat itu. Di monumen ini juga terdapat perpustakaan kecil. Disini kita diperbolehkan berfoto-foto juga. Saya dan teman-teaman yang lain juga disuguhkan menonton film pendek terkait dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Setelah berjam-jam mengunjungi museum, akhirnya kita pulang kembali ke Kampus tercinta UIN Sunan Kalijaga. Sekian dari saya......
Terima Kasih........ J J